Stroke dapat terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu atau pembuluh darah di otak pecah. Kondisi ini membutuhkan penanganan cepat karena setiap menit dapat memengaruhi jaringan otak. Pencegahan berfokus pada pengendalian faktor risiko, sedangkan pengenalan gejala membantu pasien memperoleh pertolongan tanpa penundaan.
Faktor risiko yang dapat dikendalikan
Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama stroke. Diabetes, kolesterol tinggi, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurang aktivitas, dan pola makan tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko. Pemeriksaan berkala membantu menemukan kondisi yang sering tidak bergejala. Jika memiliki penyakit kronis, ikuti pengobatan dan kontrol sesuai jadwal.
Kenali tanda FAST
FAST membantu mengingat tanda stroke: wajah tampak menurun sebelah, lengan melemah ketika diangkat, bicara pelo atau sulit dipahami, dan waktu untuk segera menghubungi layanan darurat. Gejala lain dapat berupa gangguan penglihatan mendadak, kehilangan keseimbangan, sakit kepala hebat, atau kelemahan satu sisi tubuh. Catat waktu pertama gejala muncul.
Jangan menunggu gejala hilang
Gejala yang membaik sendiri tetap perlu dianggap serius karena dapat merupakan serangan iskemik sementara. Jangan memberikan makanan, minuman, atau obat secara sembarangan kepada orang yang mengalami gangguan menelan atau kesadaran. Segera bawa ke fasilitas kesehatan yang mampu menangani stroke.
Bangun kebiasaan pelindung
Kurangi garam, perbanyak sayur dan buah, pilih protein yang lebih sehat, bergerak aktif, tidur cukup, dan berhenti merokok. Perubahan perlu disesuaikan dengan kondisi individu. Orang yang pernah mengalami stroke membutuhkan rehabilitasi dan pencegahan kekambuhan melalui pengobatan yang dipantau dokter.
Stroke dapat meninggalkan dampak pada gerak, bicara, ingatan, dan kemandirian. Mengendalikan faktor risiko serta mengenali tanda FAST dapat menyelamatkan fungsi otak dan nyawa.




