Rabu, 4 November 2026

Paparan Panas Ekstrem Perlu Diwaspadai, Kenali Tanda Dehidrasi dan Kelelahan Panas

21C6sLEDAes3
2 mnt baca30
Kesiapsiagaan menghadapi panas
Bagikan

Cuaca panas ekstrem bukan sekadar membuat tubuh tidak nyaman. Paparan suhu tinggi dapat mengganggu kemampuan tubuh mengatur suhu, memicu dehidrasi, dan menyebabkan penyakit terkait panas. Risiko meningkat pada pekerja luar ruang, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung atau ginjal.

Kenali tanda awal

Rasa haus berlebihan, sakit kepala, pusing, keringat banyak, lemas, kram otot, dan urine berwarna lebih pekat dapat menjadi tanda tubuh kekurangan cairan atau mengalami kelelahan panas. Bila seseorang tampak bingung, pingsan, kejang, atau suhu tubuh sangat tinggi, kondisi dapat mengarah pada sengatan panas yang merupakan keadaan darurat.

Atur aktivitas saat suhu meningkat

Kurangi kegiatan berat pada jam terpanas, cari tempat teduh, dan gunakan pakaian ringan yang membantu pelepasan panas. Minum air secara berkala, jangan menunggu haus berat. Pekerja luar ruang perlu mendapat jeda istirahat, akses air, dan tempat berteduh. Anak-anak tidak boleh ditinggalkan di kendaraan yang tertutup.

Perlindungan kelompok rentan

Lansia dan orang dengan penyakit kronis mungkin tidak merasakan haus dengan jelas. Keluarga dapat membantu mengingatkan minum dan memantau perubahan perilaku. Obat tertentu dapat memengaruhi keseimbangan cairan atau respons tubuh terhadap panas, sehingga pasien perlu bertanya kepada dokter tentang langkah pencegahan yang sesuai.

Jika muncul tanda bahaya

Pindahkan orang yang mengalami gejala ke tempat sejuk, longgarkan pakaian, dan bantu proses pendinginan. Bila sadar penuh dan mampu menelan, berikan air minum. Jangan memaksa minum kepada orang yang tidak sadar atau kebingungan berat. Segera cari bantuan medis jika terdapat tanda sengatan panas.

Perubahan iklim membuat kesiapsiagaan terhadap panas semakin penting. Informasi cuaca, lingkungan kerja yang aman, dan kebiasaan hidrasi dapat membantu mengurangi risiko kesehatan.

Bagikan
Ditulis oleh

21C6sLEDAes3

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *