Sejumlah penyakit dapat berpindah antara hewan dan manusia, sementara perubahan lingkungan dapat memengaruhi peluang penularan. Karena itu, pencegahan zoonosis tidak cukup dilakukan oleh sektor kesehatan manusia saja. Kesehatan hewan, pengelolaan lingkungan, pertanian, dan perilaku masyarakat perlu terhubung melalui pendekatan One Health.
Mengapa pendekatan lintas sektor dibutuhkan?
Perubahan penggunaan lahan, perdagangan satwa, peternakan, dan interaksi manusia dengan hewan dapat menciptakan jalur paparan baru. Pengawasan pada manusia saja mungkin terlambat bila sumber infeksi berada pada hewan atau lingkungan. Pertukaran data membantu mengenali sinyal awal dan mengarahkan tindakan pencegahan.
Perlindungan dalam kehidupan sehari-hari
Hindari menyentuh hewan liar atau bangkai tanpa perlindungan. Cuci tangan setelah menangani hewan, pastikan produk hewani dimasak matang, dan jaga kebersihan kandang. Hewan peliharaan perlu mendapat perawatan dan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter hewan.
Peternakan dan pasar yang aman
Pengelolaan limbah, ventilasi, sanitasi, pemeriksaan kesehatan hewan, dan pemisahan hewan sakit membantu mengurangi risiko. Pekerja yang sering berinteraksi dengan hewan perlu mendapat edukasi dan alat pelindung sesuai risiko. Pelaporan kematian hewan yang tidak biasa dapat membantu petugas melakukan penyelidikan.
Peran sistem surveilans
Data dari fasilitas kesehatan, laboratorium, dinas peternakan, dan pemantauan lingkungan perlu dianalisis bersama. Ketika muncul gejala atau kematian hewan yang tidak biasa, informasi harus diteruskan melalui jalur resmi. Respons bersama dapat mencegah keterlambatan dan mengurangi penyebaran.
One Health mengingatkan bahwa kesehatan manusia saling terkait dengan kesehatan hewan dan lingkungan. Kebiasaan aman, pengawasan yang kuat, dan kolaborasi lintas sektor menjadi dasar pencegahan penyakit zoonosis.




