Gula memberi energi, tetapi konsumsi gula tambahan yang berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan berkaitan dengan risiko berat badan berlebih, diabetes tipe 2, serta kerusakan gigi. Tantangannya, gula tidak hanya terdapat pada makanan penutup. Minuman kemasan, teh dan kopi manis, saus, sereal, serta makanan ringan juga dapat menyumbang asupan gula harian.
Kenali sumber gula tersembunyi
Minuman berpemanis sering dikonsumsi tanpa terasa mengenyangkan. Satu botol dapat mengandung beberapa sajian, sehingga jumlah gula total lebih besar daripada perkiraan. Pada label, gula dapat tercantum dengan istilah seperti sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup jagung, atau maltosa. Perhatikan ukuran sajian dan jumlah sajian dalam kemasan.
Kurangi secara bertahap
Bagi orang yang terbiasa minum teh atau kopi manis, pengurangan gula dapat dilakukan sedikit demi sedikit. Pilih air putih lebih sering dan simpan minuman manis sebagai konsumsi sesekali. Buah utuh dapat menjadi pilihan ketika ingin rasa manis sekaligus memperoleh serat.
Peran keluarga dan lingkungan
Orang tua dapat membatasi ketersediaan minuman manis di rumah tanpa membuat anak merasa dihukum. Sekolah dan tempat kerja dapat menyediakan air minum serta pilihan makanan yang lebih baik. Informasi yang mudah dipahami membantu konsumen membandingkan produk.
Gula bukan satu-satunya faktor
Kesehatan metabolik dipengaruhi pola makan keseluruhan, aktivitas fisik, tidur, faktor genetik, dan kondisi medis. Mengurangi gula merupakan satu langkah, bukan jaminan bebas penyakit. Orang dengan diabetes perlu mengikuti saran tenaga kesehatan mengenai pengaturan makan dan obat.
Perubahan kecil yang dilakukan konsisten dapat menurunkan konsumsi gula tambahan. Mulailah dengan memilih air putih, membaca label, dan mengurangi frekuensi minuman berpemanis. Kebiasaan tersebut memberi manfaat bagi kesehatan jangka panjang.




