Campak dan rubela dapat dicegah melalui imunisasi, tetapi perlindungan masyarakat tidak merata bila masih ada anak yang belum menerima dosis sesuai jadwal. Wilayah dengan akses layanan terbatas, mobilitas tinggi, atau pencatatan imunisasi yang belum lengkap memerlukan strategi penjangkauan khusus. Menutup kesenjangan imunisasi berarti memastikan anak yang paling sulit dijangkau tidak tertinggal.
Dampak campak dan rubela
Campak dapat menyebabkan pneumonia, diare berat, dan komplikasi neurologis. Rubela sering menimbulkan gejala ringan, tetapi infeksi pada kehamilan dapat menyebabkan sindrom rubela kongenital yang berdampak pada pendengaran, penglihatan, jantung, dan perkembangan bayi. Karena itu, perlindungan imunisasi penting bagi anak dan komunitas.
Kenali anak yang belum terlindungi
Petugas dapat meninjau catatan imunisasi di puskesmas, posyandu, sekolah, dan komunitas. Anak yang tidak memiliki catatan perlu dinilai berdasarkan riwayat keluarga dan pedoman imunisasi. Bila dosis terlewat, petugas dapat menyusun jadwal kejar yang sesuai. Orang tua tidak perlu menunda konsultasi karena buku imunisasi hilang.
Peran masyarakat
Kader dan tokoh masyarakat dapat membantu menyampaikan jadwal layanan, mengidentifikasi keluarga yang belum terjangkau, serta menjawab pertanyaan dasar. Komunikasi harus menghormati kekhawatiran orang tua dan memberikan informasi jelas mengenai manfaat serta efek samping yang mungkin terjadi.
Imunisasi sebagai perlindungan bersama
Vaksinasi membantu melindungi anak yang menerimanya dan mengurangi peluang penyebaran penyakit. Namun, perlindungan komunitas membutuhkan cakupan yang tinggi dan merata. Fasilitas kesehatan perlu menjaga mutu penyimpanan vaksin, pencatatan, dan tindak lanjut kejadian ikutan pascaimunisasi.
Menutup kesenjangan imunisasi memerlukan kerja sama lintas sektor. Ketika layanan mudah dijangkau dan keluarga mendapat informasi yang dapat dipercaya, lebih banyak anak dapat terlindungi dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.




