Peningkatan laporan campak pada awal 2026 menjadi pengingat bahwa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi masih berisiko menyebar ketika cakupan perlindungan belum merata. Campak bukan penyakit ringan yang hanya menyebabkan ruam. Infeksi dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada bayi, anak dengan gizi kurang, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
Penularan campak sangat mudah
Virus campak menyebar melalui udara dan percikan saat penderita bernapas, batuk, atau bersin. Seseorang dapat terpapar ketika berada di ruang yang sama dengan penderita. Karena penularannya tinggi, satu kasus dapat memicu penyebaran di rumah, sekolah, tempat penitipan anak, atau ruang publik.
Gejala awal meliputi demam, batuk, pilek, dan mata merah. Ruam biasanya muncul beberapa hari kemudian. Jika anak mengalami gejala tersebut, terutama setelah kontak dengan orang yang diduga campak, hubungi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan arahan. Hindari membawa anak langsung ke ruang tunggu ramai tanpa memberi tahu petugas.
Imunisasi melindungi anak dan komunitas
Vaksin campak-rubela diberikan sesuai jadwal imunisasi nasional. Dosis yang lengkap membantu melindungi anak dari penyakit dan mengurangi peluang penularan. Orang tua dapat memeriksa catatan imunisasi dan meminta petugas mengevaluasi bila ada dosis yang belum diberikan. Anak yang tertinggal jadwal umumnya dapat mengikuti imunisasi kejar sesuai penilaian petugas.
Jangan menunda imunisasi hanya karena anak tampak sehat atau karena lingkungan sekitar belum melaporkan kasus. Perlindungan perlu dibangun sebelum terjadi paparan. Bila anak memiliki kondisi medis tertentu atau riwayat reaksi setelah imunisasi, diskusikan dengan tenaga kesehatan agar keputusan dilakukan secara tepat.
Perlindungan di rumah dan sekolah
Anak yang sakit sebaiknya beristirahat di rumah dan mengurangi kontak dengan orang lain sesuai arahan petugas. Ruangan perlu memiliki ventilasi baik. Ajarkan etika batuk dan cuci tangan, meskipun langkah ini tidak menggantikan imunisasi sebagai perlindungan utama. Sekolah dapat membantu dengan mengenali gejala, menginformasikan orang tua, dan mengikuti arahan dinas kesehatan bila ada kasus.
Waspadai tanda komplikasi
Sesak napas, sulit minum, tanda dehidrasi, kejang, penurunan kesadaran, atau kondisi yang memburuk membutuhkan pertolongan segera. Jangan memberikan obat tanpa memperhatikan dosis dan usia. Antibiotik tidak digunakan untuk mengobati virus campak, kecuali dokter menemukan komplikasi bakteri.
Campak dapat dicegah. Memastikan imunisasi lengkap, mengenali gejala, dan mengikuti arahan petugas merupakan langkah penting untuk melindungi anak serta orang-orang yang lebih rentan di sekitarnya.




